PROMOSI KESEHATAN

BERSAMA MEWUJUDKAN MASYARAKAT UNTUK HIDUP SEHAT SECARA MANDIRI

Senin, 14 Januari 2013

Tips PHBS di tempat kerja


Sekilas PHBS ???


Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)?
  • PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
  • PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan.
  • Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan.
Apa Manfaat PHBS ?
  • Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
  • Anak tumbuh sehat dan cerdas. 
  • Anggota keluarga giat bekerja.
  • Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
Apa itu PHBS di Rumah Tangga?
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat.
Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di Rumah Tangga 
yaitu :
  1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
  2. Memberi bayi ASI eksklusif
  3. Menimbang bayi dan balita
  4. Menggunakan air bersih
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
  6. Menggunakan jamban sehat
  7. Memberantas jentik di rumah
  8. Makan buah dan sayur setiap hari.
  9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
  10. Tidak merokok di dalam rumah

Kamis, 10 Januari 2013

Islam dan Kesehatan dalam Makan

Islam dan kesehatan dalam makan.
Blog bertopik islam dan kesehatan ini akan membahas tetang makan dalam islam yang berdasar riwayat Nabi.
1. Nabi tidak suka makanan yang diawetkan atau makanan yang dimasak lagi. Pada zaman sekarang kita sudah terbiasa makan makanan yang diawetkan, dikalengkan atau makanan kemasan. Misal sarden yang berbulan-bulan dalam kaleng kita makan. Kita cuek akan behaya bahan pengawet yang ditambahkan ke dalam kaleng sarden itu.
2. Nabi tidak pernah makan dengan lauk lebih dari 2 macam.
Kita lihat sekarang dalam jamuan prasmanan yang menyediakan banyak jenis lauk, para tamu banyak yang nafsu matanya lebih besar dari kekuatan perutnya. Mereka tidak malu menggambil sampai 4 jenis lauk sekaligus, ayam, ikan, telur, sate...di embat sekaligus. Dan akhirnya banyak yang masuk sampah.

3. Nabi makan pakai tangan dan menjilati tangan sehabis makan.
Setelah hasil diskusi ternyata ada keajaiban tersendiri. Ternyata jari-jari tangan kita itu mengeluarkan keringat yang kasat mata, keringat jari tangan ini akan membantu cepatnya makanan menjadi hancur saat dicerna. Penelitian sederhana, ambil 2 wadah air, yang satu obok-obok dengan tangan, dan yang satu jangan kenakan tangan. Kemudian masukkan sayuran segar/ dedaunan ke dalam ke masing-masing wadah. Akan terlihat sayuran/daun yang ada di air yang kena tangan tadi akan rusak. Dan terlihat pula dalam dunia pegemasan makanan, maka para perkerja akan diwajibkan memakai sarung tangan.

4. Nabi melarang meniup makanan yang masih panas.
Pertama mendengar hadits ini saya kaget, kok gitu.....? kemudian saya ajak diskusi Teman Kost dari UB yang suka bidang kimia, ternyata disaat kita meniup makanan panas itu Karbon Dioksida keluar dari mulut kita dan menimpa makana yang bercampur uap air, trus katanya ada unsur "XXX" yang terbetuk (saya lupa nama kimianya) yang tidak dapat di cerna dalam tubuh. Ini yang menempel pada nasi. Maka pikiran saya melayang, berapa banyak balita yang suka di suapin pakai nasi yang ditiup-tiup. Dan ini juga pelajaran bagi kita untuk "sabar" menunggu makanan agar dingin sendiri.

5. Nabi mengambil makanan yang jatuh dan memakanya lagi.
Dalam sebuah pertemuan di istana Kerajaan ROMAWI yang telah kalah, para sahabat Nabi diundang untuk makan. Suatu ketika ada sedikit nasi sahabat yang jatuh, lalu sahabat mengambil dan memakanya. Lalu selesai pertemuan sahabat lain bertanya " Apa kau tidak malu mengabil sebutir nasi di depan para pembesar kerajaan Romawi". Sahabat berkata " Perintah Nabi lebih aku sukai daripada perhatian perbesar Kaum Rum".

6. Nabi bersabda " Seburuk-buruk bagian binatang untuk dimakan adalah bagian kepala dan perut". Maka tampaklah sekarang bahwa "jeroan" adalah makanan paling berbahaya untuk penderita "asam urat". Ada lagi sekarang "Bakso kepala Sapi". Saya terus terang merinding. Takut kandungan dua bagian binatang itu bagi kesehatan.
7. Nabi melarang makan sambil bersandar.
Karena itu adalah perbuatan orang bebal dan perbesar kerajaan-kerajaan romawi.

8. Perintah berjalan/melangkah sesudah makan
"Jangan tidur diatas makananmu" (hadits). Jadi sehabis makan hendaklah melangkahkan kaki minimal 40x. Perintah ini dulunya membuat saya bingung kok bisa ya...? ternyata setelah kita melangkah 40x sehabis makan, kita akan bersendawa (glegek dalam bahasa jawa). Sendawa ini mengeluarkan udara yang ikut masuk lambung bersamaan dengan proses kita menelan makanan. Dengan keluarnya udara di perut ini mengabibatkan tubuh terasa enak, tidak ada ganjalan udara lagi diperut.

9. Mencuci tangan sebelum memegang makanan sehabis tidur.
"Barang siapa mengambil makanan sedang dia belum mencici tangannya, padahal semalam dia tidak tau kemana tanganya, maka jangan salahkan kecuali dirinya sendiri jika dia tertimpa penyakit (hadits). Ya ternyata kita tidak tau kemana saja tangan kita sewaktu tidur, bisa ke lubang hidung (ngupil), bisa juga kena liur atau bahkan ke tempat lain atau juga waktu seseorang mimpi basah, maka biasanya tangan ini tidak sadar bergerilnya ke tembat kebanjiran tersebut.

sumber : http://tabib-muda.blogspot.com/

Selasa, 08 Januari 2013

DBD dan Pencegahannya

Musim penghujan seperti sekarang biasanya menjadi awal penyebaran penyakit musiman yang disebabkan oleh nyamuk. Biasanya penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, hingga malaria akan menyerang setelah musim penghujan berlalu. Karenanya kita harus melakukan pencegahan sebelum terlambat.


Saat musim penghujan, banyak genangan air yang digunakan nyamuk untuk menetaskan telur dan berkembang biak. Tentunya jika telur tersebut berhasil menetas, ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk juga semakin besar.
Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus melakukan pencegahan sebelum terlambat. Langsung saja, berikut adalah cara mencegah demam berdarah yang bisa kamu coba:

1. Hindari ruangan yang lembap dan perbaiki sirkulasi udara.
Ruangan yang lembap sangat suka dihinggapi nyamuk, karenanya hindari ruangan tersebut. Caranya, kamu bisa memperbaiki sirkulasi udara di ruangan tersebut agar udara bisa segar dan tidak lembap. Ini akan membuat nyamuk-nyamuk pergi dari kamar kamu.

2. Jangan biarkan baju kotor menumpuk.
Baju atau celana yang kotor mempunyai banyak kuman dan sangat suka dihinggapi nyamuk. Agar ruangan kamu tidak banyak nyamuknya sebaiknya taruh baju kotor kamu di kardus dan tutup rapat-rapat atau kamu bisa mencucinya langsung agar tidak menumpuk.

3. Cobalah menanam tanaman anti nyamuk.
Kamu bisa menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk, misalnya bunga lafender atau jeruk. Letakan tanaman tersebut di pekarangan atau dekat dengan jendela kamar kamu agar nyamuk tidak berani masuk.

4. Biarkan sinar matahari masuk ke ruangan.
Nyamuk adalah hewan yang beraktivitas di malam hari, itu artinya nyamuk tidak suka dengan matahari. Sinar matahari yang panas bisa membuat nyamuk itu kehilangan cairan dan akhirnya mati. Jadi, biarkanlah sinar matahari masuk ke dalam setiap ruangan di rumahmu agar nyamuk yang ada pergi.

5. Lakukan program 3M.
Setelah melakukan semua hal di atas, sekarang saatnya kamu melakukan program 3M (menguras, menutup dan mengubur). Pemerintah sudah meminta masyarakat dan pihak terkait untuk melakukan program 3M agar bisa membasmi demam berdarah dan perkembang biakan nyamuk.
Itulah lima cara mencegah penyebaran penyakit oleh nyamuk. Jika kita bisa melakukan kelima hal tersebut dengan baik, pasti kesehatan kamu dan keluarga bisa lebih terjaga. Ayo, basmi penyakit nyamuk mulai dari sekarang!

Senin, 07 Januari 2013

Kegiatan Promkes

          Promosi Kesehatan (promkes) Puskesmas Banggae 1 Majene selama ini telah melaksanakan beberapa agenda kegiatan diantaranya pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga di wilayah kerja PKM Banggae 1 Majene yang meliputi kelurahan pangali-ali, kelurahan banggae, dan kelurahan galung.
          Selain itu penyuluhan kesehatan tetap digalakkan baik di dalam gedung puskesmas yang sasarannya adalah pasien dan keluarga pasien yang berkunjung ke puskesmas dan di luar gedung yang sasarannya adalah masyarakat secara umum. Materi penyuluhan tentang penyakit-penyakit yang biasanya timbul terutama penyakit menular yang meyangkut cara penularan penyakit, faktor resiko penyakit, cara pencegahan dan penanganannya. Disamping itu promkes PKM Banggae 1 juga melakukan sosialisasi dan pembinaan desa/kelurahan siaga aktif di tiga wilayah kerja yang meliputi 3 kelurahan.
          Kegiatan awal berfokus pada sosialisasi seputar pengertian desa/kelurahan siaga yang kemudian dilanjutkan dengan pembentukan forum desa/kelurahan siaga. Diharapkan dengan terbentuknya desa/kelurahan siaga masyarakat akan semakin memahami arti sehat yang sesungguhnya, mereka dapat berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat yang optimal karena dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kesehatan yang tetap harus dipertahankan serta memiliki perilaku yang baik dalam menjaga dan memelihara kesehatannya baik pada diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
          Promkes PKM Banggae 1 tentunya tidak bekerja sendiri-sendiri melainkan selalu berkoordinasi dengan program lain seperti gizi, KIA, imunisasi, kesling dalam melaksanakan tugas-tugas yang saling terkait satu sama lain seperti pelayanan posyandu yang dilaksanakan setiap bulan di wilayah kerja PKM BAnggae 1. Ada juga kegiatan refreshing kader sebagai ajang silaturahmi petugas puskesmas dengan kader kesehatan. Kegiatan ini biasanya mengambil tempat di alam terbuka seperti di pantai barane. Saat ini penanggung jawab program Promkes PKM Banggae 1 Majene adalah Nurhayati, Amd.Kep dan dibantu oleh tenaga promkes alumni FKM Unhas oleh Wahyudi, S.KM.   

Sabtu, 05 Januari 2013

Desa Siaga, Menuju Indonesia Sehat 2015


Salam Sehat Saudaraku !

Kesehatan adalah impian semua penduduk di muka bumi ini, tak terkecuali Indonesia. Indonesia bahkan telah dua kali mencanangkan program Indonesia Sehat. Yang pertama pada 2010, dimana indicator untuk menuju kearah Indonesia sehat masih belum terpenuhi dan kemudian diperbaharui menjadi Indonesia Sehat 2015.
Ada lima puluh indikator yang terangkum dalam beberapa garis besar diantaranya penurunan angka kematian, penurunan angka kesakitan, peningkatan status gizi, perbaikan sanitasi dasar, perilaku hidup bersih dan sehat, penyebaran tenaga kesehatan yang mencakup aksesabilitas pelayanan kesehatan. Untuk memenuhi inidikator-indikator tersebut tentunya Kementrian Kesehatan telah menyusun berbagai staregi. Termasuk salah satunya Desa Siaga.
Desa siaga adalah kondisi dimana suatu desa dianggap mampu dan mau untuk mengetahui dan mengatasi permasalah kesehatan di wilayahnya sehingga diharapkan kondisi-kondisi kesehatan yang ada dapat tertanggulangi. Logikanya, jika unit terkecil dalam pemerintahan dapat berdaya dan mandiri secara kesehatan otomatis bagian yang lebih besar dari unit tersebutpun akan mandiri dan berdaya. Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa bekerjasama dengan lintas sector dan lintas program yang ada di wilayah kecamatan tersebut. Unit Pelayanan Terpadu tersebut hanya berfungsi sebagai fasilitator, pelaksanaanya sepenuhnya tergantung dari pemerintahan desa. 
Dengan desa siaga, diharapkan kesadaran masyarakat dapat terbangun. Masyarakat mampu menyadari bahwa pencegahan jauh lebih murah dibandingkan pengobatan. Basis dari kegiatan Desa Siaga adalah pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Masayarakat memegang peran penting dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan desa siaga yang dibantu oleh petugas kesehatan. Diantara kegiatannya seperti pemantauan keadaan kesehatan ibu dan anak ; masalah gizi dan lingkungan; pencatatan dan pelaporan penyakit serta penanggulangannya ; penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit ; pengumpulan dana sehat ; penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan ; serta masih banyak lagi.
Saudaraku yang budiman, Desa Siaga sejatinya adalah program yang begitu indah. Program ini selain membuat kita pintar dan berdaya dia juga membangun kembali nilai-nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama agar bersama-sama dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan secara mandiri sehingga derajat kesehatan akan semakin meningkat.
Berjalan atau tidaknya Desa Siaga tidak ditangan pemerintah, tapi di tangan saya dan anda selaku warga desa. Yang tidak memiliki Desa jangan khawatir, mulailah dengan RT siaga, RW Siaga dan Kelurahan Siaga. Mari bersama kita jadikan Desa Siaga sebagai jembatan menuju Indonesia Sehat 2015.

Enam Program Pokok Puskesmas

Kesehatan dasar BASIC SIX atau 6 program pokok puskesmas yaitu:
Promosi kesehatan.                        1) Kesehatan lingkungan.
2) Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular
3) Kesehatan Keluarga dan Reproduksi
4) Perbaikan Gizi masyarakat
5) Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan

1.    Promosi Kesehatan
A.    Pengertian
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, dalam berbagai tatanan, dengan membuka jalur komunikasi, menyediakan informasi, dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku, dengan melakukan advokasi, pembinaan suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk mengenali, menjaga/memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya.
B.    Tujuan
Tercapainya perubahan prilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara prilaku sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
C.    Sasaran
a.    Pelaksanaan posyandu dan Pembinaan kader
b.    Penyuluhan Kesehatan
- Penyuluhan dalam gedung
- Penyuluhan luar gedung
Penyuluhan kelompok :
- Kelompok posyandu
- Penyuluhan masyarakat
- Anak sekolah
Penyuluhan perorangan : PHN
c.    Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
d.    Advokasi program kesehatan dan program prioritas
Kampanye program prioritas antara lain : vitamin A, narkoba, P2M DBD, HIV, malaria, diare
e.    Promosi kesehatan tentang narkoba
f.    Promosi tentang kepesertaan jamkesmas
g.    Pembinaan dana sehat/jamkesmas

2.    Kesehatan Lingkungan
A.    Pengertian
Berdasarkan teori Blum, lingkungan merupakan salah satu faktor yang pengaruhnya paling besar terhadap status kesehatan masyarakat di samping faktor pelayanan kesehatan, faktor genetik dan faktor prilaku. Bahaya potensial terhadap kesehatan yang diakibatkan oleh lingkungan dapat bersifat fisik, kimia maupun biologi.
Sejalan dengan kebijaksanaan’Paradigma Sehat’ yang mengutamakan upaya-upaya yang bersifat promotif, preventif dan protektif. Maka upaya kesehatan  lingkungan sangat penting.
Semua kegiatan kesehatan lingkungan yang dilakukan oleh para staf Puskesmas akan berhasil baik apabila masyarakat berperan serta dalam pelaksanaannya harus mengikut sertakan masyarakat sejak perencanaan sampai pemeliharaan.
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Kegiatan peningkatan kesehatan lingkungan bertujuan terwujudnya kualitas lingkungan yang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari segala kemungkinan resiko kejadian yang dapat menimbulkan gangguan dan bahaya kesehatan menuju derajat kesehatan keluarga dan masyarakat yang lebih baik.
Tujuan Khusus
1.    Meningkatkan mutu lingkungan yang dapat menjamin masyarakat mencapai derajat kesehatan yang optimal
2.    Terwujudnya pemberdayaan  masyarakat dan keikut sertaan sektor lain yang bersangkutan, serta bertanggung jawab atas upaya peningkatan dan pelestarian lingkungan hidup.
3.    Terlaksananya peraturan perundangan tentang penyehatan lingkungan dan permukiman yang berlaku.
4.    Terselenggaranya pendidikan kesehatan guna menunjang kegiatan dalam peningkatan kesehatan lingkungan dan pemukiman.
5.    Terlaksananya pengawasan secara teratur pada sarana sanitasi perumahan, kelompok masyarakat, tempat pembuatan/penjualan makanan, perusahaan dan tempat-tempat umum.
C.    Kegiatan
Kegiatan-kegiatan utama kesehatan lingkungan yang harus dilakukan Puskesmas meliputi:
1.    Penyehatan air
2.    Penyehatan makanan dan minuman
3.    Pengawasan pembuangan kotoran mannusia
4.    Pengawasan dan pembuangan sampah dan limbah
5.    Penyehatan pemukiman
6.    Pengawasan sanitasi tempat umum
7.    Pengamanan polusi industri
8.    Pengamanan pestisida
9.    Klinik sanitasi

3.    Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular
A.    Pengertian
1.    Penyakit Menular
Adalah penyakit yang disebabkan oleh agent infeksi atau toksinnya, yang beraasal dari sumber penularan atau reservoir, yang ditularkan/ ditansmisikan kepada pejamu (host) yang rentan.
2.    Kejadian Luar Biasa (KLB)
Adalah kejadian kesakitan atau kematian yang menarik perhatian umum dan mungkin menimbulkan kehebohan/ketakutan di kalangan masyarakat, atau menurut pengamatan epidemiologik dianggap adanya peningkatan yang berarti (bermakna) dari kejadiankesakitan/kematian tersebut kepada kelompok penduduk dalam kurun tertentu.
3.    Wabah Penyakit Menular
Adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat mennnimbulkan malapetaka (U.U. No. 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit yang mennular)
4.    Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular (P2M)
Penanggulangan KLB penyakit menular dilaksanakan dengan upaya-upaya :
a.    Pengobatan, dengan memberikan pertolongan penderita, membangun pos-pos kesehatan di tempat kejadian dengan dukungan tenaga dan sarana obat yang memadai termasuk rujukan.
b.    Pemutusan rantai penularan atau upaya pencegahan misalnya, abatisasi pada KLB, DBD, Kaporisasi pada sumur-sumur yang tercemar pada KLB diare, dsb.
c.    Melakukan kegiatan pendukung yaitu penyuluhan , pengamatan/pemantauan (surveinlans ketat) dan logistik.
5.    Program Pencegahan
Adalah mencegah agar penyakit menular tidak menyebar didalam masyarakat, yang dilakukan antara lain dengan memberikan kekebalan kepada host melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dan imunisasi.
6.    Cara Peenularan Penyakit Menular
Dikenal beberapa cara penularan penyakit menular yaitu:
a.    Penularan secara kontak
b.    Penularan melalui vehicle seperti melalui makanan dan minuman yang tercemar
c.    Pennularan melalui vektor
d.    Penularan melalui suntikan, transfusi, tindik dan tato.
7.    Surveilans Evidemiologi Penyakit Menular
Adalah suatu kegiatan pengumpulan data/informasi melalui pengamatan terhadap kesakitan/kematian dan penyebarannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya secar sistematik, terus menerus dengan tujuan untuk perencanaan suatu program, mengevaluasi hasil program, dan sistem kewaspadaan dini. Secara singkat dapat dikatakan: Pengumpulan Data/Informasi Untuk Menentukan Tindakan (Surveillance For Action).
B.    Program Pemberantasan Penyakit Menular
a.    Program imunisasi
b.    Program TB paru dengan kegiatan penemuan penderita TBC
c.    Program malaria dengan angka insiden malaria (AMI)
d.    Program ISPA dengan frekuensi penemuan dan penaggulangan
pneumonia
e.    Program diare meliputi frekuensi penanggulangan diare
f.    Program rabies
g.    Program Surveilans
h.    Pemberantasan P2B2 demam berdarah

4.    Kesehatan Keluarga dan Reproduksi
A.    Pengertian
Kesehatan Keluarga adalah wujud keluarga sehat, kecil bahagia dan sejahtra dari suami istri, anak dan anggota keluarga lainnya (UU RI no 23 th 1992)
Kesehatan Reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh. Bukan hanya bebas dari penyakit dan kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.(WHO)
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatkan kesadaran kemandirian wanita dan keluarganya dalam mengatur biologik keluarga termasuk fungsi reproduksinya serta berperan serta aktif dalam mencegah dan menyelesaikan masalah kesehatan keluarga serta meningkatkan kualitas hidup keluarga
Tujuan Khusus
1.    Peran serta aktif wanita dan keluarganya dalam mencegah dan memecahkan masalah kesehatan keluarga dan masalah reproduksi
2.    Memberikan informasi, edukasi terpadu mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi, manfaat dan resiko dari: obat, alat, perawatan, tindakan serta kemampuan memilih kontrasepsi dengan tepat
3.    Melaksanakan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas
4.    Melaksanakan pelayanan kontrasepsi yang aman dan efektif
5.    Kehamilan dap persalinan yang direncanakan dan aman
6.    Pencegahan dan penanganan engguguran kandungan yang tidak dikehendaki
7.    Pelayanan infertilitas
8.    Informasi secara menyeluruh tentang pengaruh defisiensi hormon di usia lanjut pada usia lanjut penapisan masalah malignasi
C.    Kebijaksanaan Penyelenggaraan Pembinaan Kesehatan Keluarga dan Reproduksi Sesuai dengan intervensi nasional penanggulangan masalah kesehatan reproduksi di indonesia berdasarkan rekomendasi strategi regional WHO untuk negara-negara Asia Tenggara, maka kegiatan pelayanan reproduksi adalah:
1.    Kesehatan Ibu Dan Anak
2.    Kesehatan Anak Usia Sekolah
3.    Kesehatan Remaja, termasuk pencegahan serta penanganan PMS (Penyakit Menular akibat Hubungan Seks, HIV/AIDS)
4.    Keluarga Berencana
5.    Kesehatan Usia Lanjut (Program Pengembangan Puskesmas)
D.    Indikator keberhasilan
Indikator keberhasilan program di wilayah kerja dinilai dari:
1.    Angka Kematian Bayi
2.    Angka Kematian Ibu
3.    Prosentase Ibu Hamil Yang Mempunyai Berat Badan Dan Tinggi Yang Normal
4.    Prosentase Ibu Hamil Dengan Anemia
5.    Prosentase Balita Dengan Berat Badan Dan Tinggi Sesuai Umur
    Kesehatan ibu dan anak
A.    Pengertian
Adalah upaya kesehatan primer yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan kesehatan ibu dalam menjalankan fungsi reproduksi yang berkualitas serta upaya kelangsungan hidup, pengembangan dan perlindungan bayi, anak bawah lima tahun (BALITA) dan anak usia pra sekolah dalam proses tumbuh kembang.
Prioritas pelayanan KIA dewasa ini adalah meningkatkan derajat kesehatan ibbu dan anak dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Pelayanan KIA Puskesmas terdiri dari
1.    Pelayanan kesehatan asuhan kebidanan di wilayah Puskesmas
2.    Pelayanan kesehatan bagi bayi, balita dan anak pra sekolah
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Terciptanya pelayanan berkualitas denagn partisipasi penuh pengguna jasa dan keluarganya dalam mewujudkan bahwa setiap ibu mempunyai kesempatan yang terbaik dalam hal waktu dan jarak antar kehamilan, melahirkan bayi sehat yang aman dalam lingkungan yang kondusif sehat, denagn asuhan antenatal yang ade kuat, dengan gizi serta persiapan menyusui yang baik.
Tujuan Khusus
a.    Memberikan pelayanan kebidanan dasar dan KIE kepada ibu hamil termasuk KB berupa pelayanan antenatal, pertolongan persalinan dan pelayanan nifas serta perawatan bayi baru lahir.
b.    Memberikan pertolongan pertama penanganan kedaruratan kebidanan dan neonatal serta merujuk ke fasilitas rujukan primer (RS Dati II) sesuai kebutuhan
c.    Memantau cangkupan pelayanan kebidanan dasar dan penagganan kedaruratan kebidanan neonatal
d.    Meningkatkan kualitas pelayanan KIA secara berkelanjutan
e.    Menumbuhkan, mengoptimalkan dan memelihara peran serta masyarakat dalam upaya KIA
f.    Memberikan pelayanan kesehatan neonatal esensial seluruh bayi baru lahir yang meliputi usaha pernafasan spontan, menjaga bayi tetap hangat, menyusui dini dan eksklusif, mencegah interaksi serta tata laksana neonatal sakit
g.    Melaksanakan pemeliharaan kesehatan kepada seluruh balita dan anak pra sekolah yang meliputi perawatn bayi baru lahir, pemeriksaan kesehatan rutin pemberian imunisasi dan upaya perbaikan gizi
h.    Melaksanakan secara dini pelayanan program dan stimulasi tumbuh kembang pada seluruh balita dan anak pra sekolah yang melipui perkembangan motorik, kemampuan berbicara dan kognitif serta sosialisasi dan kemandirian anak
i.    Melaksanakan management terpadu balita sakit yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan termasuk pelayanan pra rujukan dan tindak lanjutnya
C.    Sasaran
Adalah ibu, bayi, balita, anak usia pra sekolah dan keluarga yang tinggal dan beraada di wilayah kerja Puskesmas serta yang berkunjung ke Puskesmas.
    Kesehatan Anak Usia Sekolah
A.    Pengertian
Upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk prilaku hidup sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah dan perguruan agama
Anak usia sekolah (7-21 tahun) sesuai proses tumbuh kembang di bagi 3 subkelompok yaitu:
a.    Pra- remaja    (7-9 tahun)
b.    Remaja    (10-19 tahun)
c.    Dewasa Muda    (20-21 tahun)
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan peserta didik, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya
Tujuan Khusus
a.    Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinssip hidup sehat serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan sekolah, perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat
b.    Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalah gunaan narkotika dan bahan berbahaya, alkohol, rokok dan sebagainya
c.    Meningkatnya mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi peserta didik ddik sekolah dan diluar sekolah
d.    Terciptanya lingkungan kehidupan sehat di sekolah
C.    Sasaran
Masyarakat sekolah dari tingkat pendidik dasar sampai dengan tingkat pendidikan menengah termasuk perguruan agama,beserta lingkungannya, serta perguruan tinggi (tingkat 1 dan 2)
    Kesehatan Remaja
A.    Pengertian
Adalah pembinaan yang meliputi perencanaan, penilaian, pembimbingan dan pengendalian segala upaya untuk meningkatkan status kesehatan remaja dan peningkatan peran serta aktif remaja dalam perawatan kesehatan diri dan kesehaatan keluarga, dengan dukungan kerjasama lintas program dan lintas ssektoral
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Meningkatnya kemampuan hidup sehat remaja sebagai unsur kesehatan keluarga, guna membina kesehatan diri dan lingkungannya dalam rangka meningkatkan ketahanan diri, prestasi dan peran aktifnya dalam pembangunan nasional
Tujuan Khusus
a.    Meningkatkan pengetahuan remaja tentang perkembangan biologik yang terjadi pada dirinya
b.    Menurunnya angka kehamilan dikalangan remaja
c.    Menurunnya angka kematian bayi dan ibu akibat kehamilan remaja
d.    Menurunnya angka kejadian Penyakit akibat hubungan seksual(PHS) di kalangan remaja
e.    Meningkatnya peran serta aktif keluarga dan masyarakat dalam upaya pembinaan kesehatan remaja.
C.    Sasaran
Sasaran untuk wilayah Puskesmas
a.    Sasaran Remaja
i.    Remaja berusia 10-19 tahun dan belum kawin dalam institusi pendidikan formal dan non formal di wilayah Puskesmas
ii.    Remaja berusia 10-19 tahun dan belum kawin dalam kelompok pekerja
iii.    Remaja berusia 10-19 tahun dalam kelompok masyarakat (Olahraga, Kesenian, PMI Remaja, Pramuka, Karang Taruna)
b.    Sasaran Pembina Remaja
i.    Perkumpulan orang tua murid
ii.    Pimpinan/supervisor/pembimbing kegiatan remaja
iii.    Pimpinan kelompok pekerja/industri yang beranggotakan remaja
c.    Sasaran Pengelola Kegiatan
i.    Pimpinan pengelola program/upaya pelayanan kesehatana.
ii.    Petugas Pelayanan Kesehatan
    Keluarga Berencana
A.    Pengertian
Adalah upaya kesehatan primer yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan kesehatan pasangan usia subur dalam menjalankan fungsi reproduksi yang berkualitas.
Prioritas pelayanan KB dewasa ini adalah meningkatkan derajat kesehatan pasangan usia subur dan keluarganya dalam pengaturan kehamilan, baik jumlah dan waktu kehamilan serta jarak antar kehamilan guna menurunkan angka kelahiran nasional
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Adalah terciptanya pelayanan yang berkualitas dengan penuh pengguna jasa pelayanan dan keluarganya dalam mewujudkan bahwa setiap pasangan usia subur mempunya kesempatan yang terbaik dalam mengatur jumlah, waktu dan jarak antar kehamilan guna merencanakan dan mewujudkan suatu keluarga kecil, bahagia dan sejahtra.
Tujuan Khusus
a.    Memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas dan KIE kepada pasangan usia subur dan keluarganya
b.    Memberikan pertolongan pertama/penanganan efek samping dan kegagalan metode kontrasepsi serta merujuk ke fasilitas rujukan primer (RS Dati II) sesuai dengan kebutuhan
c.    Memantau cakupan pelayanan kontrasepsi dan kegagalan metoda kontrasepsi
d.    Meningkatkan kualitas pelayanan KB secara berkelanjutan
e.    Menumbuhkan, mengoptimalkan dan memelihara peran serta masyarakat dalam upaya KB
f.    Memberikan pelayanan kesehatan pasangan usia subur, calon pasangan usia subur, serta anggota keluarga yang lain dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan fungsi reproduksinya
g.    Melaksanakan penanganan infentaris pasangan usia subur yang berkualitas dan merunjuk ke fasilitas rujukan primer sesuai dengan kebutuhan
h.    Melaksanakan managemen terpadu pelayanan kontrasepsi yang datang berobat ke fasilitas rawat jalan termasuk pelayanan pra rujukan dan tindakan lanjutnya
C.    Sasaran
a.    Sasaran pelayanan KB adalah pasangan usia subur
b.    Calon pasangan usia subur
c.    Pasangan usia subur dengan wanita yang akan memasuki masa menoupaus
d.    Keluarga yang tinggal dan berada di wilayah kerja Puskesmas
e.    WUS yang datang pada pelayanan rawat jalan Puskesmas yang dalam fase intervensi pelayanan KB.

5.    Perbaikan Gizi masyarakat
A.    Pengertian
Adalah kegiatan untuk mengupayakan peningkatan status gizi masyarakat dengan pengelolaan terkoordinasi dari berbagai profesi kesehatan serta dukungan peran serta aktif masyarakat
B.    Program
Upaya Perbaikan Gizi Puskesmas meliputi:
1.    Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)
2.    Upaya Perbaikan Gizi Institusi (UPGI)
3.    Upaya Penanggulangan Kelainan Gizi Yang Terdiri Dari:
a.    Pencegahan Dan Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)
b.    Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Besi (AGB)
c.    Pencegahan Dan Penanggulangan Kurang Kalori Energi  Protein (KEP) Dan Kurang Energi Kronis (KEK)
d.    Pencegahan Dan Penaggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA)
e.    Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Kekurangan Gizi Mikro Lain
f.    Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Gizi Lebih
4.    Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi (SKPG)
C.    Tujuan
Tujuan Umum
Menanggulangi masalah gizi dan meningkatkan status gizi masyarakat
Tujuan Khusus
1.    Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggotanya untuk mewujudkan prilaku gizi yang baik dan benarsesuai denagn gizi seimbang
2.    Meningkatkan perhatian dan upaya peningkatan status gizi warga dari berbagai institusi pemerintahan serta swasta
3.    Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas gizi/petugas Puskesmas lainnya dalam merencanakan, melaksanakan, membina, memantau dan mengevaluasi upaya perbaikan gizi masyarakat
4.    Terselenggaranya pelayanan gizi yang melibatkan partisipasi keluarga terhadap pencegahan dan penanggulangan masalah kelainan gizi
5.    Terwujudnya rangkaian kegiatan pencatatan/pelaporan masalah gizi dan tersedianya informasi situasi pangan dan gizi.
D.    Sasaran
Sasaran upaya perbaikan gizi adalah kelompok-kelompok yang beresiko menderita kelainan gizi antara lain:
1.    Bayi, anak balita, anak pra sekolah dan anak usia sekolah
2.    Wanita Usia Subur (WUS) termasuk calon pengantin (cantin), ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, dan usia lanjut (usila)
3.    Semua penduduk rawan gizi (endemik)
4.    Semua anak dan dewasa mempunyai masalah gizi
5.    Pekerja penghasilan rendah.

6.    Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan
1.    Pelayanan Medik Rawat Jalan
A.    Pengertian
Adalah pelayanan medik yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan (dokter) baik secara sendiri ataupun atas koordinasi bersama dengan sesama profesi maupun pelaksana penunjang pelayanan kesehatan lain sesuai dengan wewenangnya, untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan menyembuhkan penyakit yang ditemukan dari pengguna jasa pelayanan kesehatan, dengan tidak memandang umur dan jenis kelamin, yang dapat diselenggarakan pada ruang praktek.
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Tujuan pelayanan medik rawat jalan adalah terwujudnya pengguna jasa dan keluarganya yang partisipatif, sehat sejahtera, badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap anggota keluarga hidup produktif secara sosial dan ekonomi dengan baik
Tujuan Khusus
a.    Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatannya sendiri, trutama melalui peningkatan kesehatan dasar dan pencegahan penyakit
b.    Meningkatkan kesehatan ‘pengguna jasa pelayanan, dan komunikasi yang dilayani oleh Puskesmas
c.    Terselenggaranya pelayanan medik yang berkualitas serta melibatkan partisipasi keluarga terhadap perawatan untuk:
i.    Mengurangi penderitaan karena sakit
ii.    Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacatan
iii.    Memulihkan kesehatan fisik, psikis dan sosial
d.    Menurunnya angka morbidilitas penyakit di wilayah kerja Puskesmas.
C.    Sasaran
Sasaran pelayanan medik rawat jalan yang diselenggarakan Puskesmas adalah semua anggota masyarakat dengan tidak memandang umur, dan tidak membedakan strata sosial.
2.    Pelayanan Kedaruratan Medik
A.    Pengertian
Adalah pelayanan medik terdepan yang merupakan penatalaksanaan kecelakaan dan keadaan kedaruratan medik berkenaan dengan perubahan keadaan baik fisiologik, anatomik dan mental psikologikal dari pengguna jasa pelayanan, yang terjadi mendadak, yang tindakan mengatasinya harus segera dilaksanakan di mulai dari tempat kejadian sampai dengan pelayanan medik untuk menyelamatkan kehidupan.
B.    Tujuan
Tujuan pelayanan kecelakaan dan kedaruratan medik adalah memberikan pertolongan medik segera dengan menyelesaikan masalah kritis yang ditemukan untuk mengambil fungsi vital tubbuh serta meringankan penderitaaan dari pengguna pelayanan.
C.    Prinsip Kerja
Pelayanan kedaruratan medik mempunyai prinsip-prinsip kerja khusus yang harus dilaksanakan, yaitu:
a.    Pertolongan harus cepat dan tepat
b.    Pertolongan harus memenuhi standar pelayanan tingkat primer, yaitu :
i.    Menstabilkan kondisi medik untuk evakuasi ke tempat rujukan
ii.    Memperbaiki jalan nafas dan pernafasan spontan, agar terjaminnya oksigenasi yang adekuat ke seluruh tubuh terutama otak
iii.    Memperbaiki sirkulasi darah
iv.    Menghilangkan dan mengurangi rasa nyeri
v.    Melakukan tindakan invasif medik yang diperlukan
c.    Memberikan informed consent kepada keluarga penderita
3.    Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
A.    Pengertian
Adalah pelayanan gigi dan mulut yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan medik ataupun kesehatan yang berwenang dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, yang dilaksanakan sendiri atau bersama menurut fungsinya masing-masing, gguna mengantisifasi proses penyakit gigi dan mulut dan permasalahannya secara keseluruhan, yang dapat dilaksanakan dalam prosedur pelayanan di kamar praktek dan dengan pembinaan kesehatan wilayah setempat.
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut meliputi:
a.    Pelayanan kesehatan gigi dasar paripurna yang terintegrasi dengan program-program lain di Puskesmas adalah pelayanan kesehatan gigi esensial yang terbanyak di butuhkan oleh masyarakat dengan mengutamakan upaya peningkatan dan pencegahan penyakit gigi.
b.    Pelayanan kesehatan gigi khusus adalah upaya perlindungan khusus, tindakan, pengobatan dan pemulihan masalah kesehatan gigi dan mulut serta pelayanan asuhan sistemik kesehatan gigi dan mulut.
B.    Tujuan
Tujuan Umum
Tujuan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah meningkatkannya partisipasi anggota masyarakat dan keluarganya untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat yang optimal
Tujuan Khusus
a.    Meningkatnya kesadaran, sikap dan prilaku masyarakat dalam kemampuan pemeliharaan diri di bilang kesehatan gigi dan mulut dalam mencari pertolongan sedini mungkin
b.    Meningkatkan kesehatan gigi pengguna jasa pelayanan, keluarga dan komunikasinya
c.    Terselenggaranya pelayanan medik gigi dan mulut yang berkualitas serta melibatkan partisipasi keluarga terhadap perawatan untuk:
i.    Menghentikan perjalanan penyakit gigi dan mulut yang diderita
ii.    Terhindarnya/berkurangnya gangguan fungsi kunyah akibat kerusakan gigi dan mulut
iii.    Mengurangi penderita karena sakit
iv.    Mencegah timbul dan berkembangnya penyakit ke arah kecacatan
v.    Memulihkan kesehatan gigi dan mulut
d.    Menurunnya prevelensi penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat terutama pada kelompok masyarakat yang rawan
C.    Sasaran
Kelompok rentan untuk mendapatkan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut yaitu:
a.    Anak sekolah dasar (upaya kesehatan gigi sekolah)
b.    kelompok ibu hamil dan menyusui
c.    Anak pra sekolah
d.    Kelompok masyarakat lain berpenghasilam rendah
e.    Lansia

sumber : http://ilmugreen.blogspot.com/2012/06/kesehatan-dasar-basic-six-6-program.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons